Penerapan Pasar Bebas Di Indonesia

Posted by

Untuk penerapan pasar bebas Indonesia Perlu Berkaca Pada Amerika Serikat, Negara adidaya itu melakukan proteksi dari pasar bebas demikian diungkapkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Tidak hanya ketum perindo , Presiden AS Donald Trump juga menegaskan pasar bebas bukan pilihan yang baik. AS yang sangat maju kembali ke proteksi, kita harus bercermin,” katanya. Sebagai gambaran sekitar 25 persen ekonomi dunia dikuasai AS Trump juga meminta pabrik - pabrik perusahaan AS yang berada di luar negeri untuk pulang, agar tercipta lapangan kerja. 

Seharusnya hal yang dikatakan oleh presiden amerika tersebut bisa menjadi pelajaran dan kaca. Di Indonesia, mayoritas masyarakat di Tanah Air belum siap secara kesejahteraan dan pendidikan untuk bersaing di pasar bebas. Akibat penerapan pasar bebas di Indonesia yang terlalu terburu-buru, terjadi kesenjangan sosial antara kota besar dan daerah, pendidikan daerah tertinggal, begitu pula kesempatan kerja di daerah terbatas. 

“Permasalahan struktural , kesenjangan sosial, pendidikan tertinggal dan kurangnya lapangan kerja,” lanjutnya juga harus mendapat perhatian yang lebih. Ekonomi bertumbuh sebesar 5 persen namun pertumbuhan tersebut sekitar dua pertiga ditopang oleh konsumsi, bukan hal produktif. Sementara konsumsi tidak menciptakan lapangan kerja, disisi lain pertumbuhan penduduk sangat pesat, bertambah sekitar 5 juta orang setiap dua tahun. 

Hary Tanoe mengatakan permasalahan struktural di Indonesia tersebut harus dibenahi, pasar bebas tidak tepat untuk Indonesia sebab masyoritas masyarakat belum siap. Indonesia, lanjutnya, membutuhkan kehadiran negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, mempercepat pendidikan dan meningkatkan terciptanya lapangan pekerjaaan. 

Agar Indonesia bisa segera menjadi negara maju.


Blog, Updated at: 4:16 PM

0 comments:

Post a Comment