Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Jawa Tengah
Ananda Pulungan mengatakan selaku otoritas moneter mempunyai tugas
antara lain menyusun dan melaksanakan kebijakan moneter dalam rangka
mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Dalam rangka
implementasi kebijakan moneter, katanya, Bank Indonesia melaksanakan
operasi moneter untuk menjaga sasaran operasional bergerak di kisaran
suku bunga kebijakan. Ananda mengatakan penguatan kerangka operasi
moneter diperlukan untuk memperkuat kredibilitas dan efektivitas suku
bunga kebijakan melalui pencapaian sasaran operasional.
Bank Indonesia menyatakan peluang penurunan suku bunga kebijakan moneter 7-day (Reverse)
Repo Rate tetap terbuka. Deputi
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan salah satu kunci
pendorong penurunan 7- day Repo Rate adalah perkembangan inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan lalu yang
terjadi justru deflasi sebesar 0,02%. Sebelumnya yang digunakan sebagai
acuan adalah BI Rate. Tak seperti BI Rate yang bertenor 12 bulan, 7-
day (Reverse)
Repo Rate lebih mencerminkan suku bunga antarbank jangka pendek.
Likuiditas di pasar uang antarbank mayoritas memang ada di tenor - tenor
jangka pendek.
Apabila suku bunga acuan 7-day (Reverse)
Repo Rate menyusut diyakini bakal berimbas positif terhadap pergerakan
suku bunga kredit. Sejauh ini bank sentral tetap optimistis suku bunga
kredit satu digit pasti tercapai. Istilah yang dipakai Perry, semua ini
hanya masalah waktu. Sampai tahun depan BI Masih Akan Terus Longgarkan
Moneter, Likuiditas tahun depan dinilai bisa lebih longgar karena efek
sejumlah reformasi yang tertuang pada 13 paket kebijakan dan dukungan
dari moneter akan membuat investasi makin tumbuh.
Ekonom
PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede memperkirakan ruang pelonggaran oleh
bank sentral bisa terjadi di semester I/2017 mengingat potensi kenaikan
suku bunga Amerika Serikat cenderung semakin besar. Ruang pelonggaran
kebijakan moneter oleh BI masih akan melihat ekspektasi inflasi tahun
depan dan stabilitas rupiah.
Kondisi likuiditas akan semakin membaik seiring masuknya dana repatriasi
pada sistem keuangan yang selanjutnya berimplikasi pada potensi
penurunan Loan to Deposit Ratio (LDR).
Penurunan LDR akan meningkatkan kemampuan perbankan untuk menyalurkan
kredit. Namun, di sisi lain, dia mencermati likuiditas di pasar uang
akibat perbankan yang menempatkan dananya di bank sentral semakin
meningkat atau Rp322 triliun per Agustus 2016.
“Kaitannya dengan ruang pelonggaran kebijakan moneter diperkirakan masih
cukup terbuka pada tahun depan meskipun tidak sebesar pelonggaran
kebijakan moneter pada tahun ini,” ujarnya, di Jakarta, Senin
(12/9/2016).
Ekonom
Kenta Institute Eric Alexander Sugandi menyatakan relaksasi suku bunga
acuan oleh bank sentral kemungkinan bisa turun lagi hingga 50 basis
poin. Untuk tahun ini, dia memproyeksikan BI 7-day Repo Rate bisa turun
lagi 25 basis poin hingga kuartal IV/2016 menjadi 5,0%.
“Seharusnya likuiditas tahun depan bisa lebih longgar karena kebijakan
pelonggaran moneter termasuk suku bunga rendah dan tambahan likuiditas
dari tax amnesty,” katanya.


0 comments:
Post a Comment