Depresi besar adalah sebuah peristiwa menurunnya tingkat ekonomi secara dramatis di hampir seluruh belahan dunia yang mulai terjadi pada tahun 1929 dan menimpa hampir seluruh sektor perekonomian dunia. Depresi dimulai dengan peristiwa Selasa Hitam, yaitu peristiwa jatuhnya bursa saham New York pada tanggal 24 Oktober dan mencapai puncak terparahnya pada 29 Oktober 1929.
Keruntuhan ini merupakan salah satu peristiwa kehancuran bursa yang paling besar dalam sejarah Amerika.
Depresi ini menghancurkan ekonomi baik di negara negara industri maupun negara yang tengah berkembang. Volume perdagangan internasional {ekspor - impor} berkurang drastis, begitu pula dengan pendapatan perseorangan, pendapatan pajak, harga, dan keuntungan karena imbas kejadian ini.
Kota-kota besar di seluruh dunia pun terpukul, terutama kota yang pendapatannya bergantung pada industri berat, dimana kegiatan pembangunan gedung - gedung terhenti, kegiatan industri terhenti, pun Wilayah pedesaan yang hidup dari hasil pertanian juga tidak luput terkena dampaknya karena produktivitas dan harga produk pertanian turun 40 hingga 60 persen, Begitu pula dengan sektor primer lain seperti pertambangan dan perhutanan.
Kota-kota besar di seluruh dunia pun terpukul, terutama kota yang pendapatannya bergantung pada industri berat, dimana kegiatan pembangunan gedung - gedung terhenti, kegiatan industri terhenti, pun Wilayah pedesaan yang hidup dari hasil pertanian juga tidak luput terkena dampaknya karena produktivitas dan harga produk pertanian turun 40 hingga 60 persen, Begitu pula dengan sektor primer lain seperti pertambangan dan perhutanan.
Depresi besar terjadi kurang lebih selama hampir 10 tahun dimulai pada tahun 1929 dan mulai berkurang antara tahun 1939 dan 1944, banyak orang mendapat pekerjaan kembali karena Perang Dunia II, dan Depresi Besarpun berakhir.
Walaupun para ahli ekonomi dan para ahli sejarah tidak sependapat atas peran kehancuran bursa ini terhadap kejatuhan ekonomi yang terjadi sesudahnya, beberapa menganggap kehancuran ini sebagai awal dari terjadinya Great Depression.
Akan tetapi kebanyakan ahli sejarah menyetujui pendapat bahwa kehancuran bursa tersebut adalah hanya merupakan "gejala" daripada merupakan "penyebab" Great Depression. Kehancuran bursa saat itu juga meruopakan titik awal dari reformasi penting dari peraturan-peraturan hukum di bidang finansial dan perdagangan.

0 comments:
Post a Comment